Ideopol.id, MAKASSAR – Kondisi Jalan Poros Malino di Kabupaten Gowa kian memprihatinkan. Ruas jalan provinsi yang menjadi akses vital menuju kawasan wisata Malino itu dilaporkan mengalami kerusakan berat di sejumlah titik.
Kerusakan yang tak kunjung tertangani membuat para pengguna jalan, baik yang rutin melintas maupun pendatang, terus mengeluhkan kondisi tersebut. Jalan yang berlubang dan dipenuhi kubangan air bahkan disebut menyerupai “jalan ternak”.
“Lihat saja kubangan-kubangan itu. Sepertinya kita ini melintas di jalan ternak,” keluh Arman, salah satu pengguna jalan, Sabtu (11/4/2026).
Sambil menunjuk lubang besar yang tergenang air hujan, Arman menilai pemerintah seharusnya segera mengambil langkah penanganan sementara guna meminimalisir risiko bagi pengendara.
“Mestinya ada penanganan darurat dulu, misalnya menimbun titik-titik yang rusak agar tidak semakin membahayakan,” ujarnya.
Kerusakan di Poros Malino bukan persoalan baru. Kondisi ini telah berlangsung lama dan berulang, meskipun perbaikan tambal sulam kerap dilakukan. Namun, perbaikan tersebut dinilai tidak bertahan lama dan kembali rusak dalam waktu singkat.
Berdasarkan pantauan, titik kerusakan mulai terlihat di Kilometer 35–36, tepatnya di Lingkungan Ujungbulo, Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, tidak jauh dari kawasan Lesehan Waduk Bili-bili Tona-tonasa. Di lokasi ini, lapisan aspal telah terkelupas dan berganti menjadi tanah liat.
Kerusakan serupa kembali ditemukan di Kilometer 38–41, Kelurahan Lanna. Bahkan, ruas ini disebut sebagai titik terparah dengan banyaknya lubang besar dan kubangan air yang menghambat laju kendaraan. Pengendara terpaksa berjibaku melintasi jalan yang rusak berat.
Selanjutnya, di Kilometer 43–45, tepatnya di Dusun Bontojai, Desa Borisallo, kondisi jalan juga dipenuhi lubang. Kerusakan terlihat mulai dari depan Pasar Bontojai, Kantor Desa Borisallo, hingga Masjid Babussalam. Medan jalan yang menanjak dan rusak menambah tingkat risiko bagi pengguna jalan.
“Jalur ini sekarang licin dan berlumpur, sangat ekstrem. Kalau musim kemarau belum juga diperbaiki, nanti kita kembali harus menghadapi debu yang luar biasa,” kata Yanti, warga setempat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diketahui telah memasukkan Poros Malino dalam program pembangunan skema multi years. Namun hingga kini, belum ada kepastian terkait jadwal pelaksanaan perbaikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprov Sulsel, Andi Ihsan, yang dikonfirmasi terkait kondisi tersebut belum memberikan tanggapan.
Kondisi ini memicu harapan masyarakat agar pemerintah segera mengambil langkah konkret, setidaknya melalui penanganan darurat, guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di salah satu jalur strategis tersebut. (*)






