May Day Fest 2026 di Makassar Tampil Inklusif dan Kolaboratif, Buruh dan Pemerintah Bangun Dialog Terbuka

- Editor

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Makassar.

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Makassar.

ideopol.id, MAKASSAR – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar hadir dengan wajah baru yang lebih inklusif, dialogis, dan solutif. Tidak lagi identik dengan aksi unjuk rasa di jalan, peringatan tahun ini dikemas melalui konsep May Day Fest 2026 yang menitikberatkan kolaborasi antara buruh dan pemerintah.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Karebosi, Jumat (1/5/2026), menjadi ruang interaksi terbuka antara buruh, masyarakat, dan pemangku kebijakan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan Great Gathering atau rapat akbar buruh di tribun Karebosi yang berlangsung meriah dan tetap kondusif.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan Pemerintah Kota Makassar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan May Day tahun ini sebagai bentuk komitmen membangun hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

“Peringatan May Day 2026 di Makassar hadir dengan konsep berbeda, lebih inklusif dan berbasis kolaborasi. Ini menjadi ruang strategis bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah,” ujar Munafri.

Menurutnya, May Day bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting bagi pekerja untuk menyuarakan hak-haknya, mulai dari upah layak, jam kerja manusiawi, hingga perlindungan tenaga kerja.

Ia menegaskan, melalui kolaborasi bersama Koalisi Gerakan Rakyat, kegiatan ini menjadi model baru peringatan May Day yang lebih konstruktif dan berpotensi menjadi contoh di tingkat nasional.

“Buruh adalah elemen penting dalam masyarakat. Mereka adalah penggerak ekonomi sekaligus pejuang bagi keluarganya,” tambahnya.

Baca Juga :  Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan

Selain menjadi ruang dialog, kawasan Karebosi juga diramaikan dengan kehadiran stan UMKM yang menghadirkan nuansa ekonomi kerakyatan dalam peringatan tersebut.

Munafri menekankan, pemerintah kota membuka ruang seluas-luasnya bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi. Meski tidak semua tuntutan dapat langsung dipenuhi, komunikasi akan terus dijaga.

“Kami membuka ruang dialog. Pemerintah akan selalu hadir untuk mendengar dan memperjuangkan kebutuhan pekerja,” jelasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja, di antaranya melalui pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penguatan perlindungan bagi pekerja rentan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan yang telah menjangkau sekitar 81 ribu pekerja di Makassar.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi pekerja,” tegasnya.

Di sektor ekonomi, Pemkot Makassar juga mendorong penguatan UMKM melalui akses permodalan, digitalisasi usaha, serta pelibatan dalam berbagai event strategis, termasuk May Day Fest.

“Kami ingin UMKM tumbuh kuat dan mampu membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Munafri menekankan bahwa pembangunan kota harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.

“Tidak ada pembangunan tanpa pekerja, tidak ada pertumbuhan tanpa keadilan, dan tidak ada kesejahteraan tanpa keberpihakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, peringatan May Day di Makassar kini bukan lagi tentang konfrontasi, melainkan kebersamaan dalam membangun solusi antara pemerintah, buruh, dan pengusaha.

Baca Juga :  Makassar Siap Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI 2026

Rangkaian kegiatan diawali dengan fun walk yang melibatkan ribuan peserta, dengan rute Jalan Ahmad Yani–Jalan Jenderal Sudirman–Jalan Slamet Riyadi dan kembali ke Karebosi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, unsur Forkopimda termasuk Kapolda Sulsel, serta jajaran Dinas Tenaga Kerja.

Sementara itu, Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Akhmad Rianto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar atas ruang dialog yang diberikan kepada buruh.

“Kami mengapresiasi Wali Kota Makassar yang telah membuka ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Ini langkah maju dalam membangun hubungan yang lebih konstruktif,” ujarnya.

Ia menilai, peringatan May Day tahun ini menjadi terobosan baru karena melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, petani, pedagang kaki lima, hingga komunitas lainnya.

“Seluruh kekuatan rakyat berkumpul di Karebosi. Ini menjadi metode baru, lebih kondusif dan penuh semangat kebersamaan,” katanya.

Akhmad menegaskan bahwa buruh dan elemen masyarakat bukanlah pihak yang berseberangan dengan pemerintah, melainkan bagian penting dalam pembangunan.

“Kami bukan musuh. Kami adalah bagian dari bangsa ini yang ingin berkontribusi dalam pembangunan,” tegasnya.

Ia berharap, konsep baru May Day ini dapat terus dikembangkan sebagai ruang persatuan dan penguatan solidaritas.

“May Day bukan lagi tentang konfrontasi, tetapi bagaimana kita bersatu untuk mendorong perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI 2026
Hemat Rp 60 Miliar, Appi Pangkas Perjalanan Dinas Hingga 70 Persen

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:08 WITA

May Day Fest 2026 di Makassar Tampil Inklusif dan Kolaboratif, Buruh dan Pemerintah Bangun Dialog Terbuka

Kamis, 30 April 2026 - 14:56 WITA

Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan

Rabu, 29 April 2026 - 17:51 WITA

Makassar Siap Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI 2026

Kamis, 23 April 2026 - 17:33 WITA

Hemat Rp 60 Miliar, Appi Pangkas Perjalanan Dinas Hingga 70 Persen

Berita Terbaru