Ideopol.id, PANGKEP – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pangkep pasca Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 terus bergulir. Mantan pengurus harian (demisioner) PPP Pangkep, Rznu Ainun Valepi yang akrab disapa Lepi, menyampaikan sikap tegas terkait langkah strategis yang harus diambil tim formatur.
Lepi meminta Ketua Tim Formatur, H. Mustakim, untuk bersikap obyektif dan mempertimbangkan berbagai aspek dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan. Menurutnya, keputusan yang diambil saat ini akan sangat menentukan masa depan PPP di Kabupaten Pangkep.
“Ketua tim formatur harus melihat persoalan secara menyeluruh. Rekomendasi nama yang nantinya diajukan ke Pengurus Wilayah PPP Sulawesi Selatan bukan sekadar formalitas, tetapi menyangkut masa depan partai,” ujar Lepi.
Ia mengingatkan, PPP Pangkep memiliki rekam jejak yang cukup kuat, baik dari sisi perolehan kursi legislatif maupun jaringan komunikasi hingga tingkat akar rumput. Karena itu, figur yang dipilih harus mampu melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian tersebut.
“Kita membutuhkan sosok yang memiliki visi dan program kerja yang jelas, bukan hanya figur kompromi. Kepemimpinan ke depan harus mampu memperkuat basis partai dan menjawab tantangan politik yang ada,” tegasnya.
Meski secara konstitusi partai tim formatur memiliki kewenangan penuh dalam menentukan rekomendasi, Lepi menekankan pentingnya tetap menyerap aspirasi kader di tingkat bawah. Ia menilai, calon ketua yang diusulkan harus memiliki tingkat penerimaan (akseptabilitas) yang tinggi di tengah masyarakat.
“Jangan sampai keputusan diambil tanpa mempertimbangkan realitas di lapangan. Figur yang dipilih harus punya kedekatan dengan kader dan masyarakat,” tambahnya.
Lepi berharap, melalui kepemimpinan tim formatur di bawah H. Mustakim, PPP Pangkep dapat melahirkan nakhoda baru yang mampu membawa partai kembali ke jalur kejayaan.
Rznu Ainun Valepi merupakan salah satu tokoh muda dari jajaran demisioner Pengurus Harian DPC PPP Kabupaten Pangkep yang aktif dalam mendorong regenerasi kepemimpinan serta penguatan basis ideologi partai di tingkat lokal.






