Peluang IAS Pimpin Golkar Sulsel Dinilai Kian Terbuka Jika Kantongi Diskresi Ketum Bahlil

- Editor

Senin, 29 Juni 2026 - 13:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Profesor Armin Arsyad.

Profesor Armin Arsyad.

ideopol.id, MAKASSAR – Peluang Ilham Arief Sirajuddin (IAS) memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan dinilai semakin terbuka apabila memperoleh diskresi dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Dukungan dari pimpinan pusat diyakini akan menjadi faktor strategis yang memperkuat posisi IAS dalam perebutan kursi Ketua Golkar Sulsel pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Prof. Armin Arsyad, menilai IAS memiliki modal politik yang sulit ditandingi kandidat lain. Menurutnya, pengalaman panjang di dunia politik, rekam jejak kepemimpinan, serta jaringan yang telah terbangun hingga ke tingkat akar rumput menjadi kekuatan utama mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut.

“Pak Ilham memiliki basis pendukung yang cukup besar di Sulawesi Selatan. Ketika berada di Partai Demokrat pun sebenarnya beliau mendapat dukungan mayoritas dari bawah, hanya saja saat itu tidak memperoleh keputusan dari ketua umum. Karena itu beliau akhirnya kembali ke Golkar, partai yang memang telah membesarkannya,” kata Armin, Minggu (28/6/2026).

Armin berpandangan, apabila IAS memperoleh restu atau diskresi dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, peluangnya memenangkan Musda akan semakin besar karena mendapat dukungan dari dua arah, yakni basis kader di daerah dan kepemimpinan partai di tingkat pusat.

“Kalau Pak Ilham mendapat diskresi dari Pak Bahlil, saya kira peluangnya sangat besar. Beliau memiliki dukungan dari bawah, sementara jika dukungan dari atas juga menguat, posisinya tentu semakin kokoh. Dari sisi jaringan kepartaian, menurut saya Pak Ilham yang paling luas dibandingkan kandidat lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasca Muscab PPP Pangkep, Lepi Desak Formatur Obyektif dan Utamakan Figur Berbasis Akar Rumput

Menurut Armin, rekam jejak IAS menjadi salah satu nilai lebih yang tidak dimiliki banyak tokoh lain. Sebelum menjabat Wali Kota Makassar selama dua periode, IAS merupakan kader Partai Golkar yang pernah memimpin DPD II Golkar Kota Makassar. Ia kemudian bergabung ke Partai Demokrat saat dipersiapkan maju pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan dan bahkan sempat dipercaya memimpin DPD Demokrat Sulsel, sebelum akhirnya kembali ke Partai Golkar.

“Sejak muda beliau memang kader Golkar. Pengalaman memimpin Golkar Kota Makassar, menjadi Wali Kota Makassar dua periode, hingga memimpin Demokrat Sulsel menjadi modal yang sangat besar untuk memimpin Golkar Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Pengalaman panjang tersebut, lanjut Armin, membuat IAS memiliki hubungan politik yang kuat dengan kader dan pengurus Golkar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Jaringan yang telah terbangun selama bertahun-tahun dinilai menjadi modal penting dalam membangun konsolidasi internal partai menghadapi agenda-agenda politik ke depan.

“Saya kira Pak Ilham mampu menyatukan kader karena beliau sudah lama membangun jaringan politik di daerah. Beliau bukan orang baru di Golkar dan memiliki hubungan yang baik dengan kader-kader di berbagai kabupaten dan kota,” jelasnya.

Baca Juga :  IAS Ungkap Isi Pertemuan dengan Appi, Ajak Kolaborasi Hadapi Musda Golkar Sulsel

Menanggapi perpindahan IAS dari Golkar ke Partai Demokrat sebelum akhirnya kembali ke partai berlambang pohon beringin, Armin menilai hal tersebut merupakan dinamika yang lumrah dalam politik.

“Kalau secara teori memang idealnya kader tetap berada di partai yang membesarkannya. Tetapi dalam praktik politik, perpindahan partai merupakan sesuatu yang biasa karena dipengaruhi berbagai kepentingan politik. Banyak tokoh nasional juga mengalami hal yang sama,” katanya.

Secara keseluruhan, Armin menilai keunggulan IAS lebih dominan dibandingkan tantangan yang dihadapinya. Pengalaman memimpin pemerintahan, organisasi politik, serta kemampuan membangun jejaring dinilai menjadi modal yang telah teruji.

“Menurut saya kelebihannya jauh lebih banyak daripada kekurangannya. Beliau sudah teruji memimpin pemerintahan, organisasi politik, dan memiliki jaringan yang kuat di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Armin juga optimistis Golkar Sulsel memiliki peluang untuk kembali menjadi kekuatan politik utama apabila dipimpin IAS, meski persaingan dengan partai-partai lain, khususnya Partai NasDem, diperkirakan tetap berlangsung ketat.

“Saya percaya Pak Ilham mampu memimpin Golkar Sulawesi Selatan. Bukan tidak mungkin Golkar kembali menjadi partai pemenang. Memang persaingan, terutama dengan NasDem, tetap berat, tetapi peluang Golkar untuk kembali unggul masih sangat terbuka,” pungkasnya.

Berita Terkait

IAS Ungkap Isi Pertemuan dengan Appi, Ajak Kolaborasi Hadapi Musda Golkar Sulsel
Jelang Musda Golkar Sulsel, Bahlil Panggil Khusus Appi
Pasca Muscab PPP Pangkep, Lepi Desak Formatur Obyektif dan Utamakan Figur Berbasis Akar Rumput
Jelang Musda Golkar Sulsel, Undangan Silaturahmi IAS Beredar
Golkar Sulsel Siap Gelar Musda XI, Usung Tema Konsolidasi dan Pemenangan Pemilu 2029

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 13:00 WITA

Peluang IAS Pimpin Golkar Sulsel Dinilai Kian Terbuka Jika Kantongi Diskresi Ketum Bahlil

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:10 WITA

IAS Ungkap Isi Pertemuan dengan Appi, Ajak Kolaborasi Hadapi Musda Golkar Sulsel

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:39 WITA

Jelang Musda Golkar Sulsel, Bahlil Panggil Khusus Appi

Rabu, 29 April 2026 - 17:45 WITA

Pasca Muscab PPP Pangkep, Lepi Desak Formatur Obyektif dan Utamakan Figur Berbasis Akar Rumput

Rabu, 22 April 2026 - 20:35 WITA

Jelang Musda Golkar Sulsel, Undangan Silaturahmi IAS Beredar

Berita Terbaru