ideopol.id, MAKASSAR – Upaya Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar dalam mengatasi krisis air bersih di wilayah utara mulai menunjukkan progres positif. Tidak hanya menambah pasokan air baku, PDAM juga menyiapkan perluasan jaringan distribusi dan program sambungan rumah bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan air bersih secara optimal.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan seluruh langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar persoalan distribusi air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat segera dituntaskan.
“Selama ini apa yang disampaikan dan diperintahkan Pak Wali Kota kepada kami selaku Plt direksi, kami tindak lanjuti. Terbukti kami kerjakan kebutuhan air bersih,” ujar Andi Syahrum, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, PDAM tidak hanya mengandalkan satu solusi, melainkan menjalankan tiga strategi secara bersamaan untuk meningkatkan kapasitas produksi air sekaligus menormalkan distribusi kepada pelanggan.
“Dalam mengantisipasi krisis air bersih di Kota Makassar, kami tidak hanya memiliki satu solusi, tetapi tiga solusi yang dijalankan secara paralel,” katanya.
Tambah Debit Air 300 Liter per Detik
Langkah pertama dilakukan melalui pengoperasian kembali pompa intake yang mengambil air baku dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala. Pada Selasa (30/6), PDAM mulai melakukan uji coba pengoperasian pompa tersebut.
Pompa itu diproyeksikan mampu menambah pasokan air baku sekitar 300 liter per detik, sehingga distribusi air ke wilayah utara Kota Makassar, termasuk kawasan Kerung-Kerung dan sekitarnya, dapat meningkat secara signifikan.
“Hari ini kami melakukan uji coba pengoperasian pompa intake. Mudah-mudahan dapat menambah debit air untuk wilayah utara, termasuk Kerung-Kerung dan sekitarnya,” ujarnya.
Andi Syahrum mengungkapkan, salah satu penyebab berkurangnya pasokan air ke wilayah utara selama ini adalah tidak beroperasinya salah satu pompa sejak sekitar Oktober 2025.
Akibatnya, kapasitas distribusi terus menurun, terutama saat musim kemarau.
“Inilah yang kami temukan. Seharusnya pompa itu tetap berjalan sambil menunggu pompa yang baru. Berdasarkan informasi, sejak Oktober 2025 pompa tersebut tidak lagi beroperasi. Kondisi inilah yang mengganggu pasokan air ke wilayah utara, termasuk Kerung-Kerung,” jelasnya.
Sambungan Pipa Baru Perkuat Distribusi
Strategi kedua adalah membangun konektivitas jaringan melalui penyambungan pipa dari kawasan Macini Sombala menuju wilayah utara yang selama ini mengalami kekurangan pasokan.
Menurut Andi Syahrum, kawasan Macini Sombala memiliki kapasitas debit air yang lebih besar sehingga dapat menjadi sumber tambahan untuk memperkuat distribusi ke daerah-daerah yang selama ini mengalami defisit pasokan.
“Yang kedua adalah penyambungan pipa dari Macini Sombala. Di sana debit airnya cukup besar sehingga bisa membantu menambah pasokan ke wilayah utara dan Kerung-Kerung,” katanya.
Ia menegaskan, peningkatan debit air akan menjadi fondasi bagi PDAM untuk memperluas jaringan distribusi sekaligus menjalankan program pemasangan sambungan rumah gratis sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar.
“Termasuk program pemasangan sambungan gratis sesuai Peraturan Wali Kota. Air bakunya harus dipastikan tersedia terlebih dahulu, kemudian baru kita sambungkan ke rumah-rumah warga,” tegasnya.
Saluran Air Baku Dikeruk Setelah Hampir 50 Tahun
Langkah ketiga dilakukan melalui pengerukan saluran air baku yang menghubungkan kawasan Manggala dengan Waduk Nipah-Nipah.
Pengerukan ini bertujuan memperlancar aliran air menuju instalasi pengolahan sehingga kapasitas produksi air bersih dapat meningkat secara berkelanjutan.
Menurut Andi Syahrum, pekerjaan tersebut menjadi salah satu pembenahan paling penting karena saluran itu nyaris tidak pernah dikeruk selama puluhan tahun.
“Berdasarkan informasi warga di sekitar lokasi, saluran air baku itu terakhir dikeruk sekitar tahun 1979. Artinya, hampir 50 tahun baru kali ini dilakukan pengerukan kembali. Ini menjadi langkah penting untuk memperlancar aliran air baku,” ungkapnya.
Distribusi Air Tangki Tetap Berjalan
Selama proses pembenahan jaringan dan pemulihan sistem berlangsung, PDAM memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan melalui distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah terdampak gangguan pasokan.
“Selama ini kami mengantisipasi dengan mengantarkan air menggunakan mobil tangki kepada pelanggan yang belum mendapatkan suplai. Namun tentu sifatnya masih terbatas. Harapan kami, dengan beroperasinya pompa ini, distribusi air kembali normal dan keluhan pelanggan dapat berkurang,” ujarnya.
PDAM juga akan terus melakukan pengawalan terhadap operasional pompa selama beberapa hari ke depan guna memastikan seluruh sistem berjalan optimal.
Andi Syahrum optimistis kombinasi tiga strategi tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pelayanan air bersih di Kota Makassar, khususnya di wilayah utara yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan kekurangan pasokan.
Selain meningkatkan debit air, PDAM juga menargetkan perluasan jaringan distribusi serta pemasangan sambungan rumah bagi masyarakat yang belum terlayani, seiring meningkatnya ketersediaan air baku.
Dengan pembenahan menyeluruh yang kini dilakukan, PDAM Kota Makassar berharap krisis air bersih yang selama ini menjadi keluhan warga, khususnya di wilayah utara, dapat teratasi secara bertahap sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat.






