Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

- Editor

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan Pungli Pengisian Kepsek.

Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan Pungli Pengisian Kepsek.

ideopol.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin merespons dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses pengisian jabatan kepala sekolah yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagai tindak lanjut, ia menginstruksikan Inspektorat Kota Makassar untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang namanya disebut dalam informasi yang beredar.

“Saya sudah memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa pihak-pihak yang terkait. Sementara jalan,” kata Munafri, Minggu (28/6/2026).

Munafri, yang akrab disapa Appi, menjelaskan pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh melalui mekanisme konfrontasi terhadap pihak-pihak yang disebut dalam video tersebut, termasuk pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

“Semua akan dikonfrontasi, termasuk oknum kepala bidang, kepala seksi di bidang GTK Dinas Pendidikan, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam informasi video yang beredar,” ujarnya.

Dugaan pungli itu mencuat setelah beredar pengakuan sejumlah mantan calon kepala sekolah yang menyebut adanya oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar yang diduga meminta sejumlah uang atau fee kepada calon kepala sekolah sebelum pelantikan.

Baca Juga :  Penanganan ODGJ di Makassar Disiapkan Sistem Terintegrasi

Menanggapi hal tersebut, Munafri menegaskan Pemerintah Kota Makassar tidak akan mentoleransi praktik transaksional dalam proses promosi maupun pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan.

Menurutnya, pemeriksaan internal perlu dilakukan untuk mengungkap fakta secara objektif sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga keputusan yang diambil nantinya didasarkan pada hasil pemeriksaan, bukan semata-mata isu yang berkembang di masyarakat.

“Semua harus dibuka secara terang. Pemeriksaan ini penting agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat. Kalau memang ada pelanggaran, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Munafri kembali menekankan bahwa sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Makassar, seluruh proses seleksi jabatan, termasuk pengangkatan kepala sekolah, harus dilaksanakan secara profesional, transparan, objektif, dan bebas dari praktik suap maupun pungutan liar.

Baca Juga :  Pentaskan La Galigo di Fort Rotterdam, Dinas Kebudayaan Makassar Pukau Delegasi 28 Negara pada IGS 2026

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun pihak lain agar tidak memanfaatkan proses promosi jabatan untuk kepentingan pribadi.

“Yang jelas, sejak awal pemerintahan kami, saya tekankan bahwa seleksi kepala sekolah maupun jabatan lainnya harus dilakukan secara jujur, transparan, profesional, dan tidak ada praktik bayar-membayar,” katanya.

Munafri memastikan Pemerintah Kota Makassar akan menindak tegas apabila hasil pemeriksaan Inspektorat menemukan adanya pelanggaran.

“Kalau nanti terbukti ada pelanggaran, tentu akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak ada kompromi terhadap praktik-praktik seperti ini,” tandasnya.

Hingga kini, Inspektorat Kota Makassar masih melakukan proses pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait dengan dugaan tersebut. Pemerintah Kota Makassar menyatakan akan menyampaikan hasil pemeriksaan setelah proses investigasi internal rampung.

Berita Terkait

Lantik Imam Kelurahan, Appi Pastikan Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Dilantik Jadi PPATS, Sekda Makassar Minta Camat Cegah Sengketa Tanah
Pentaskan La Galigo di Fort Rotterdam, Dinas Kebudayaan Makassar Pukau Delegasi 28 Negara pada IGS 2026
Penanganan ODGJ di Makassar Disiapkan Sistem Terintegrasi
Berdiri Di Atas Drainase, Pemilik 6 Lapak di Tamalanrea di Bongkar Mandiri
Makasssar Masuk 10 Besar Kota Toleran
May Day Fest 2026 di Makassar Tampil Inklusif dan Kolaboratif, Buruh dan Pemerintah Bangun Dialog Terbuka
Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:44 WITA

Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:47 WITA

Lantik Imam Kelurahan, Appi Pastikan Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:07 WITA

Dilantik Jadi PPATS, Sekda Makassar Minta Camat Cegah Sengketa Tanah

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:24 WITA

Pentaskan La Galigo di Fort Rotterdam, Dinas Kebudayaan Makassar Pukau Delegasi 28 Negara pada IGS 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:05 WITA

Penanganan ODGJ di Makassar Disiapkan Sistem Terintegrasi

Berita Terbaru