ideopol.id, MAKASSAR – Bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengungkap sebagian isi pertemuannya dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (26/6/2026) malam.
Menurut IAS, pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada sesama kader Partai Golkar setelah dirinya menerima surat rekomendasi diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada Rabu (24/6/2026).
“Saya menyampaikan kepada Appi sebagai rasa hormat saya sebagai kader yang diberi amanah oleh pengurus pusat (DPP Golkar),” ujar IAS saat ditemui di kediamannya di Jalan Batu Putih, Makassar, Minggu (28/6/2026).
Dalam kesempatan itu, IAS mengaku mengajak Munafri untuk membangun kolaborasi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel. Namun, menurutnya, Appi memilih tetap melanjutkan langkah politiknya sebagai calon ketua.
“Saya menyampaikan dan saya mengajak. Tapi beliau bilang, ‘Saya juga punya suara, saya masih mendapat dukungan dari teman-teman DPD II. Jadi biarkanlah kita berjalan.’ Saya bilang, oke kalau begitu,” ungkap IAS.
Diskresi Dinilai Simbol Dukungan DPP
IAS menjelaskan, surat rekomendasi diskresi yang diterimanya pada dasarnya bersifat normatif. Diskresi, kata dia, diberikan kepada kader yang menghadapi kendala administratif atau persyaratan formal untuk maju sebagai bakal calon.
Meski demikian, IAS menilai penerbitan surat tersebut memiliki makna politik yang penting.
“Tetapi sebenarnya itu menjadi sebuah simbol bahwa DPP Golkar menginginkan ini. Karena kalau tidak, tentu tidak akan dikeluarkan. Dan sepanjang yang saya pahami, tidak pernah ada diskresi lebih dari satu. Kalau ada yang mengatakan dulu pernah ada dua, memang sempat ada, tetapi salah satunya kemudian dibatalkan,” jelasnya.
Senior Golkar Minta Kader Tegak Lurus
IAS juga mengungkapkan bahwa setelah menerima surat diskresi, ia menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah pengurus DPD II dan kader senior Partai Golkar di kediamannya.
Dalam forum tersebut, para senior partai memberikan penjelasan mengenai mekanisme organisasi serta pentingnya menghormati keputusan DPP.
“Makanya senior-senior Golkar, ketua-ketua DPD II yang memahami mekanisme partai, seperti Ketua Golkar Soppeng, Ketua Golkar Bone, dan Ketua Golkar Tana Toraja, menjelaskan dinamika proses di partai. Karena itu mereka mengambil sikap dan menyatakan harus tegak lurus terhadap keputusan DPP Golkar,” tuturnya.
Pesan Bahlil Dirahasiakan
Saat ditanya apakah Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan pesan khusus ketika menyerahkan surat rekomendasi diskresi tersebut, IAS enggan membeberkannya kepada publik.
“Itu tidak bisa saya ekspos,” katanya singkat.
Musda DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan diperkirakan akan menjadi ajang persaingan dua figur utama, yakni Ilham Arief Sirajuddin dan Munafri Arifuddin. Keduanya merupakan kader senior Golkar yang sama-sama memiliki basis dukungan di tingkat DPD II. Di tengah dinamika tersebut, keputusan akhir mengenai kepemimpinan Golkar Sulsel akan ditentukan melalui mekanisme organisasi sesuai ketentuan partai.






