Berdiri Di Atas Drainase, Pemilik 6 Lapak di Tamalanrea di Bongkar Mandiri

- Editor

Senin, 4 Mei 2026 - 18:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lapak di Tamalanrea di Bongkar Mandiri.

Lapak di Tamalanrea di Bongkar Mandiri.

ideopol.id, MAKASSAR – Di tengah upaya menghadirkan wajah kota yang bersih, tertata, dan estetis, langkah konkret justru lahir dari kesadaran masyarakat.

Di wilayah RW 05 Tamala’lang, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, para pemilik lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) secara sukarela membongkar bangunan yang selama ini berdiri di atas saluran drainase. Tanpa menunggu penertiban, mereka memilih patuh pada aturan demi kepentingan bersama, mulai dari kelancaran aliran air, kenyamanan pejalan kaki, hingga keindahan lingkungan.

Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, mengungkapkan terdapat enam kios yang dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. Bangunan tersebut diketahui telah berdiri lebih dari satu dekade di atas saluran drainase.

“Kurang lebih ada enam kios yang dibongkar mandiri oleh pemiliknya, dan itu sudah berdiri lebih dari 10 tahun di atas saluran drainase,” ujar Andi Patiroi, Senin (4/5/2026).

Baca Juga :  May Day Fest 2026 di Makassar Tampil Inklusif dan Kolaboratif, Buruh dan Pemerintah Bangun Dialog Terbuka

Ia mengapresiasi langkah warga yang dinilai mencerminkan perubahan cara pandang terhadap ruang publik. Menurutnya, ruang kota tidak hanya menjadi tempat aktivitas ekonomi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab bersama dalam menjaga fungsi fasilitas umum.

Drainase yang sebelumnya tertutup bangunan kini mulai terbuka kembali. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air, mencegah genangan dan banjir, serta mengembalikan fungsi pedestrian bagi masyarakat.

“Ini menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara warga dan pemerintah bisa menghadirkan perubahan nyata dalam menjaga kota,” tuturnya.

Langkah pembongkaran mandiri ini tidak hanya menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya keteraturan tata ruang. Di tengah kompleksitas persoalan perkotaan, inisiatif warga seperti ini menjadi contoh bahwa perubahan dapat dimulai dari kesadaran sederhana.

Andi Patiroi menegaskan, pemerintah kecamatan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam penataan wilayah. Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar upaya penertiban tidak menimbulkan kesan represif.

Baca Juga :  Makassar Siap Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI 2026

“Kami terus melakukan pendekatan persuasif di titik-titik lain. Harapannya, masyarakat memahami bahwa ini untuk kepentingan bersama, bukan semata penertiban,” jelasnya.

Ia menilai komunikasi yang baik antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang secara sadar mematuhi aturan tanpa perlu tindakan penertiban paksa.

Langkah ini pun diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Makassar. Kesadaran warga dinilai mampu mempercepat terwujudnya lingkungan yang lebih tertib, bebas dari penyumbatan drainase, serta mendukung upaya pencegahan banjir.

“Kami di Kecamatan Tamalanrea berkomitmen menjaga fungsi fasilitas umum sekaligus menciptakan wajah kota yang lebih nyaman dan tertata,” tutupnya.

Berita Terkait

Penanganan ODGJ di Makassar Disiapkan Sistem Terintegrasi
Makasssar Masuk 10 Besar Kota Toleran
May Day Fest 2026 di Makassar Tampil Inklusif dan Kolaboratif, Buruh dan Pemerintah Bangun Dialog Terbuka
Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI 2026
Hemat Rp 60 Miliar, Appi Pangkas Perjalanan Dinas Hingga 70 Persen

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:05 WITA

Penanganan ODGJ di Makassar Disiapkan Sistem Terintegrasi

Senin, 4 Mei 2026 - 18:47 WITA

Berdiri Di Atas Drainase, Pemilik 6 Lapak di Tamalanrea di Bongkar Mandiri

Senin, 4 Mei 2026 - 15:53 WITA

Makasssar Masuk 10 Besar Kota Toleran

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:08 WITA

May Day Fest 2026 di Makassar Tampil Inklusif dan Kolaboratif, Buruh dan Pemerintah Bangun Dialog Terbuka

Kamis, 30 April 2026 - 14:56 WITA

Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan

Berita Terbaru

Brigadir Arya Supena tewas ditembak begal saat menggagalkan curanmor di Bandar Lampung.

Hukrim

Anggota Polisi Tewas Ditembak Begal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:15 WITA