Polda Metro Jaya Dalami Oknum Polisi Terlibat Pabrik Narkoba

- Editor

Rabu, 15 April 2026 - 10:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Metro Jaya membenarkan jika terdapat oknum Anggota Polri yang terlibat dalam peredaran narkoba di sebuah gudang di Mijen.

Polda Metro Jaya membenarkan jika terdapat oknum Anggota Polri yang terlibat dalam peredaran narkoba di sebuah gudang di Mijen.

ideopol.id, JAKARTA – Polda Metro Jaya membenarkan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota Polri dalam kasus peredaran narkoba yang beroperasi di sebuah gudang di wilayah Mijen, Semarang, Jawa Tengah.

Kasus ini berkaitan dengan pengungkapan pabrik narkoba berskala besar yang memproduksi Zenith Carnophen, atau yang dikenal sebagai “Pil Jin”. Dalam pengungkapan tersebut, turut diamankan seorang anggota polisi berinisial P.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami peran oknum tersebut dalam jaringan peredaran narkoba itu.

Baca Juga :  Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang dari Polisi Sebelum Demo di Istana Negara

“Iya, inisial P (anggota polisi). Untuk oknum polisi masih didalami keterlibatannya,” ujar Budi, Selasa (14/4/2026).

Namun demikian, Budi belum bersedia mengungkap jabatan maupun satuan asal anggota tersebut. Ia menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap jaringan yang terlibat.

Berdasarkan keterangan awal, P diduga berperan sebagai kurir yang bekerja di bawah kendali tersangka utama berinisial D.

Baca Juga :  Kematian Empat Peserta Masih Diinvestigasi, Kepala Staf Presiden: Pelatihan Tidak Terlalu Berat

“Keterangan awal, P diduga bertugas sebagai kurir di bawah kendali tersangka utama berinisial D,” jelasnya.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus guna mengungkap jaringan yang lebih luas. Polisi juga masih memburu delapan orang lainnya yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Masih ada delapan orang DPO dan masih diburu petugas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Gelombang PHK Depan Mata, Pemerinta Siapkan Program Vokasi hingga Bentuk Satgas Khusus
5 Peserta Latsarmil Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Relevan dengan Pengelolaan Koperasi
Kematian Empat Peserta Masih Diinvestigasi, Kepala Staf Presiden: Pelatihan Tidak Terlalu Berat
Tiga Peserta Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Pemerintah Masih Cari Indikasi
Fakta-fakta Ketua Bem FH UBK Terima Suap dari Polisi Sebelum Demo
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang dari Polisi Sebelum Demo di Istana Negara
Kementerian HAM RI Gelar Uji Publik RUU HAM di UIN Walisongo Semarang
Pemerintah Siapkan Digitalisasi Bansos Terintegrasi, Gunakan AI dan Face Recognition Mulai Akhir 2026

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:34 WITA

Gelombang PHK Depan Mata, Pemerinta Siapkan Program Vokasi hingga Bentuk Satgas Khusus

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:25 WITA

5 Peserta Latsarmil Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Relevan dengan Pengelolaan Koperasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:16 WITA

Kematian Empat Peserta Masih Diinvestigasi, Kepala Staf Presiden: Pelatihan Tidak Terlalu Berat

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:35 WITA

Tiga Peserta Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Pemerintah Masih Cari Indikasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:17 WITA

Fakta-fakta Ketua Bem FH UBK Terima Suap dari Polisi Sebelum Demo

Berita Terbaru