ideopol.id, JAKARTA – Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman menilai latihan dasar militer (Latsarmil) yang diikuti peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tidak termasuk latihan dengan intensitas tinggi. Menurutnya, meninggalnya empat peserta calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kemungkinan dipengaruhi faktor lain, termasuk kondisi kesehatan masing-masing peserta.
“Karena memang namanya meninggal mungkin tidak serta-merta karena latihan militer. Setahu saya, latihan militer untuk tingkatan seperti SPPI dan sebagainya tidak terlalu keras, tapi mungkin karena dia sakit dan sebagainya,” kata Dudung di Kantor KSP, Jumat (26/6/2026).
Meski demikian, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menegaskan pemerintah masih menunggu hasil investigasi untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya para peserta.
Menurut Dudung, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk memperbaiki penyelenggaraan pelatihan pada masa mendatang, khususnya terkait aspek keselamatan peserta.
“Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik lagi tentunya. Apa pun pelatihan ini harus sesuai dengan prosedur. Faktor keselamatan harus diutamakan sehingga tidak menimbulkan korban,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dudung juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia.
“Pada kesempatan ini juga saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga arwah almarhum dan almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.
Sementara itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI memastikan memberikan dukungan kepada keluarga peserta calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil di satuan pendidikan TNI.
“Kementerian Koperasi juga memberikan dukungan kepada keluarga peserta,” kata Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, saat dihubungi, Jumat (26/6/2026).
Destry menjelaskan dukungan yang diberikan berupa pendampingan dalam proses pengurusan jenazah serta pemberian santunan duka kepada keluarga korban.
“Pengurusan dan uang duka,” katanya.
Namun, Destry belum mengungkapkan besaran santunan yang diberikan kepada masing-masing keluarga. Ia memastikan seluruh proses penanganan terhadap para korban dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya empat peserta Latsarmil SPPI tersebut masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang. Pemerintah menyatakan hasil penyelidikan akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan seluruh pelaksanaan pelatihan tetap mengedepankan standar keselamatan dan kepatuhan terhadap prosedur.






