Makasssar Masuk 10 Besar Kota Toleran

- Editor

Senin, 4 Mei 2026 - 15:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar UIN Alauddin Makassar yang juga pengurus MUI Sulawesi Selatan sekaligus Sekretaris Jenderal DPP IMMIM, Prof. Suhufi Abdullah.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar yang juga pengurus MUI Sulawesi Selatan sekaligus Sekretaris Jenderal DPP IMMIM, Prof. Suhufi Abdullah.

ideopol.id, MAKASSAR – Capaian Kota Makassar yang masuk dalam 10 besar kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia, berdasarkan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang dirilis Setara Institute, mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan tokoh keagamaan.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar yang juga pengurus MUI Sulawesi Selatan serta Sekretaris Jenderal DPP IMMIM, Prof. Suhufi Abdullah, menilai capaian tersebut sebagai bukti bahwa nilai toleransi di Makassar tidak sekadar menjadi slogan, melainkan telah tumbuh sebagai praktik sosial di tengah masyarakat.

Ia menyebut peningkatan peringkat Makassar yang signifikan dibanding tahun sebelumnya menunjukkan adanya konsistensi kebijakan pemerintah serta kesadaran kolektif warga dalam menjaga keberagaman.

Baca Juga :  Berdiri Di Atas Drainase, Pemilik 6 Lapak di Tamalanrea di Bongkar Mandiri

“Saya sangat mengapresiasi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, atas komitmen dan konsistensinya dalam menjaga dan memperkuat sikap toleransi antarwarga. Hal ini menunjukkan bahwa Makassar telah berada pada level kota besar dan modern yang matang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujar Prof. Suhufi, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif Pemerintah Kota Makassar dalam membangun ekosistem kebijakan yang inklusif, sekaligus menjaga harmoni di tengah keberagaman. Dukungan lembaga keagamaan serta forum kerukunan umat beragama juga dinilai menjadi faktor penting.

“Ketika kebijakan publik berpihak pada penguatan ruang dialog dan penghormatan terhadap perbedaan, maka masyarakat akan menginternalisasi nilai toleransi itu dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Berizin, Portal Parkir di Ramayana Pettarani Dibongkar

Ia menekankan, capaian ini harus dijaga dan tidak berhenti pada pengakuan dalam bentuk indeks semata. Upaya penguatan nilai toleransi perlu terus dilakukan melalui pendidikan, keteladanan, serta praktik sosial yang berkelanjutan.

“Yang terpenting bukan hanya kenaikan peringkat, tetapi bagaimana nilai toleransi benar-benar hidup dalam perilaku masyarakat setiap hari,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Prof. Suhufi menyampaikan pesan reflektif terkait masa depan kerukunan di Kota Makassar.

“Makassar akan tetap menjadi kota toleran jika semua pihak menjaga niat baik, merawat dialog, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan,” tuturnya.

Berita Terkait

Penanganan ODGJ di Makassar Disiapkan Sistem Terintegrasi
Berdiri Di Atas Drainase, Pemilik 6 Lapak di Tamalanrea di Bongkar Mandiri
May Day Fest 2026 di Makassar Tampil Inklusif dan Kolaboratif, Buruh dan Pemerintah Bangun Dialog Terbuka
Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI 2026
Hemat Rp 60 Miliar, Appi Pangkas Perjalanan Dinas Hingga 70 Persen

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:05 WITA

Penanganan ODGJ di Makassar Disiapkan Sistem Terintegrasi

Senin, 4 Mei 2026 - 18:47 WITA

Berdiri Di Atas Drainase, Pemilik 6 Lapak di Tamalanrea di Bongkar Mandiri

Senin, 4 Mei 2026 - 15:53 WITA

Makasssar Masuk 10 Besar Kota Toleran

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:08 WITA

May Day Fest 2026 di Makassar Tampil Inklusif dan Kolaboratif, Buruh dan Pemerintah Bangun Dialog Terbuka

Kamis, 30 April 2026 - 14:56 WITA

Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan

Berita Terbaru

Brigadir Arya Supena tewas ditembak begal saat menggagalkan curanmor di Bandar Lampung.

Hukrim

Anggota Polisi Tewas Ditembak Begal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:15 WITA