Pemerintah Siapkan Digitalisasi Bansos Terintegrasi, Gunakan AI dan Face Recognition Mulai Akhir 2026

- Editor

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Integrasi data itu diharapkan membantu pemerintah mengukur tingkat kelayakan penerima manfaat sekaligus memantau proses menuju kemandirian keluarga penerima bantuan.

Integrasi data itu diharapkan membantu pemerintah mengukur tingkat kelayakan penerima manfaat sekaligus memantau proses menuju kemandirian keluarga penerima bantuan.

ideopol.id, MAKASSAR – Pemerintah bersama Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat upaya penyaluran bantuan sosial (bansos) yang lebih tepat sasaran melalui sistem digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) yang ditargetkan mulai diluncurkan pada akhir 2026.

Sistem ini dirancang untuk meningkatkan akurasi data penerima bantuan sekaligus memudahkan pemerintah memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih komprehensif.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menjelaskan bahwa digitalisasi bansos akan memungkinkan pemerintah mengetahui profil penerima manfaat secara lebih lengkap, mulai dari kondisi sosial, kepemilikan aset, hingga data biometrik.

“Dengan adanya digitalisasi bansos ini, kita bisa lebih mengetahui profil penerima bantuan sosial,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya secara daring, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, sistem tersebut tidak hanya memuat data dasar penerima bantuan, tetapi juga memungkinkan pemerintah mengetahui kepemilikan rumah serta berbagai jenis bantuan yang diterima masyarakat dari berbagai sumber.

Baca Juga :  Wacana Layer Baru Cukai Rokok Picu Kekhawatiran Buruh Industri Tembakau

“Kita tidak hanya tahu asetnya, tetapi juga mungkin kepemilikan rumahnya. Sehingga kita bisa mengetahui setiap tahun penerima manfaat ini menerima berapa besar bantuan, baik dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun bantuan nonpemerintah,” jelasnya.

Digitalisasi perlindungan sosial ini juga diharapkan menjadi langkah strategis untuk memastikan bansos benar-benar diterima masyarakat yang berhak, sekaligus mengurangi potensi tumpang tindih data penerima.

Di sisi lain, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut sistem tersebut akan menjadi portal terpadu untuk pendaftaran dan sanggah data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan sembako yang terintegrasi lintas kementerian dan lembaga.

Menurut Luhut, teknologi face recognition dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan digunakan untuk memperkuat proses validasi dan verifikasi penerima bansos.

“Digitalisasi ini sangat penting, sehingga proses pengambilan keputusan harus berbasis data yang akurat,” tegas Luhut.

Baca Juga :  Kementerian HAM RI Gelar Uji Publik RUU HAM di UIN Walisongo Semarang

Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah meninjau langsung proses pendaftaran hingga mekanisme sanggah data penerima bantuan sosial dalam sistem tersebut.

“Kalau ini semua berjalan baik di 42 kabupaten, Presiden nanti akan melakukan roll out sekitar Oktober atau November. Paling lambat akhir tahun ini saya kira sudah bisa berjalan secara nasional,” ujar Luhut.

Nantinya, sistem digitalisasi perlindungan sosial akan hadir dalam bentuk aplikasi yang terhubung dengan berbagai basis data pemerintah, seperti Kemensos, Dukcapil, BPS, PLN, BKN, Korlantas Polri, BPJS, ATR/BPN, serta sejumlah instansi lainnya.

Integrasi lintas data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mengukur tingkat kelayakan penerima manfaat secara lebih akurat, sekaligus memantau perkembangan menuju kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan.

Berita Terkait

Gelombang PHK Depan Mata, Pemerinta Siapkan Program Vokasi hingga Bentuk Satgas Khusus
5 Peserta Latsarmil Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Relevan dengan Pengelolaan Koperasi
Kematian Empat Peserta Masih Diinvestigasi, Kepala Staf Presiden: Pelatihan Tidak Terlalu Berat
Tiga Peserta Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Pemerintah Masih Cari Indikasi
Fakta-fakta Ketua Bem FH UBK Terima Suap dari Polisi Sebelum Demo
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang dari Polisi Sebelum Demo di Istana Negara
Kementerian HAM RI Gelar Uji Publik RUU HAM di UIN Walisongo Semarang
Pertamina Gandeng Halliburton Perkuat Ketahanan Energi, Dorong Teknologi Hulu Migas dan Reservoir Non Konvensional

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:34 WITA

Gelombang PHK Depan Mata, Pemerinta Siapkan Program Vokasi hingga Bentuk Satgas Khusus

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:25 WITA

5 Peserta Latsarmil Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Relevan dengan Pengelolaan Koperasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:16 WITA

Kematian Empat Peserta Masih Diinvestigasi, Kepala Staf Presiden: Pelatihan Tidak Terlalu Berat

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:35 WITA

Tiga Peserta Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Pemerintah Masih Cari Indikasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:17 WITA

Fakta-fakta Ketua Bem FH UBK Terima Suap dari Polisi Sebelum Demo

Berita Terbaru