Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang dari Polisi Sebelum Demo di Istana Negara

- Editor

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin--Instagram LPM Marhaen UBK.

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin--Instagram LPM Marhaen UBK.

ideopol.id, JAKARTA – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, mengakui menerima sejumlah uang sebelum pelaksanaan aksi mahasiswa di kawasan Istana Negara pada 15 Juni 2026.

Pengakuan tersebut disampaikan Abdi dalam sebuah video yang beredar dan menjadi perhatian publik. Dalam pernyataannya, ia menyebut uang tersebut diterimanya dengan tujuan agar mahasiswa UBK tidak menggelar aksi di Istana Negara.

“Perkara uang itu saya diberi cash agar tidak turun ke Istana Negara, tetapi teman-teman tetap turun,” ujar Abdi dalam video tersebut.

Abdi menjelaskan bahwa sebelum aksi berlangsung, dirinya sempat menerima tawaran uang dari sejumlah pihak yang menginginkan agar demonstrasi mahasiswa tidak dilaksanakan. Menurutnya, pada awalnya ia menolak tawaran tersebut.

Ia juga mengklaim bahwa dana yang diterimanya berasal dari pihak kepolisian dengan tujuan agar mahasiswa tidak melakukan aksi di kawasan Istana Negara maupun DPR RI. Namun demikian, ia menegaskan bahwa aksi tetap berjalan sesuai rencana meskipun dana tersebut telah diterima.

Baca Juga :  Polrestabes Makassar Siapkan 1.200 Personel Amankan May Day 2026

“Memang sejak sebelum aksi sudah banyak yang memberi uang, tapi saya menolak,” kata Abdi, yang kemudian disambut sorakan sejumlah mahasiswa dan civitas akademika UBK yang hadir.

Dalam keterangannya, Abdi turut menyebut adanya keterlibatan alumni Fakultas Hukum UBK dalam proses penyerahan dana tersebut. Ia mengaku pembagian uang kepada pihak terkait baru dilakukan setelah aksi berlangsung.

Pengakuan tersebut kini memunculkan berbagai reaksi dan berpotensi menjadi perhatian aparat penegak hukum untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait kebenaran serta asal-usul dana yang dimaksud.

Bertemu Wapres Gibran

Usai menggelar aksi di kawasan Medan Merdeka Selatan, Abdi bersama sejumlah perwakilan mahasiswa UBK diketahui diterima oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara pada 15 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan memberikan tenggat waktu lima hari untuk merespons aspirasi yang mereka sampaikan.

Baca Juga :  Kecelakaan Kereta di Bekasi, Berikut Identitas 10 Korban Meninggal Dunia

Menurut Abdi, tuntutan mahasiswa berfokus pada isu fiskal dan pendidikan. Salah satunya adalah meminta pemerintah membekukan sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta melakukan audit transparansi terhadap kebijakan yang berkaitan dengan deputi kedaulatan pangan di daerah.

Selain itu, mahasiswa juga meminta agar anggaran hasil efisiensi belanja negara dialihkan untuk membantu subsidi biaya operasional pendidikan tinggi guna mewujudkan akses pendidikan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kami meminta efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dapat diarahkan untuk mendukung pembiayaan pendidikan tinggi agar lebih terjangkau,” ujar Abdi.

Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait klaim yang disampaikan Abdi dalam video tersebut. Sementara itu, berbagai pihak mendorong agar persoalan ini diklarifikasi secara terbuka guna menghindari spekulasi dan memastikan fakta yang sebenarnya.

Berita Terkait

Gelombang PHK Depan Mata, Pemerinta Siapkan Program Vokasi hingga Bentuk Satgas Khusus
5 Peserta Latsarmil Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Relevan dengan Pengelolaan Koperasi
Kematian Empat Peserta Masih Diinvestigasi, Kepala Staf Presiden: Pelatihan Tidak Terlalu Berat
Tiga Peserta Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Pemerintah Masih Cari Indikasi
Fakta-fakta Ketua Bem FH UBK Terima Suap dari Polisi Sebelum Demo
Kementerian HAM RI Gelar Uji Publik RUU HAM di UIN Walisongo Semarang
Pemerintah Siapkan Digitalisasi Bansos Terintegrasi, Gunakan AI dan Face Recognition Mulai Akhir 2026
Pertamina Gandeng Halliburton Perkuat Ketahanan Energi, Dorong Teknologi Hulu Migas dan Reservoir Non Konvensional

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:34 WITA

Gelombang PHK Depan Mata, Pemerinta Siapkan Program Vokasi hingga Bentuk Satgas Khusus

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:25 WITA

5 Peserta Latsarmil Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Relevan dengan Pengelolaan Koperasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:16 WITA

Kematian Empat Peserta Masih Diinvestigasi, Kepala Staf Presiden: Pelatihan Tidak Terlalu Berat

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:35 WITA

Tiga Peserta Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Pemerintah Masih Cari Indikasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:17 WITA

Fakta-fakta Ketua Bem FH UBK Terima Suap dari Polisi Sebelum Demo

Berita Terbaru