ideopol.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 369 kepala sekolah definitif tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Selasa (24/6/2026). Pelantikan yang berlangsung di Lapangan Karebosi ini mengakhiri penantian panjang pengisian jabatan kepala sekolah definitif yang telah berlangsung selama satu dekade.
Munafri menegaskan, pelantikan dan pergeseran kepala sekolah tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di seluruh wilayah kota, termasuk kawasan kepulauan.
“Dunia pendidikan harus ditata dengan sangat baik karena ini adalah pondasi bangsa. Kita harus memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang adil dan merata. Ini juga merupakan amanah Undang-Undang Dasar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Munafri kepada wartawan.
Menurutnya, momentum pelantikan ini menjadi sangat penting karena merupakan pelantikan kepala sekolah definitif pertama setelah sekitar 10 tahun.
Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pembangunan sumber daya manusia di Kota Makassar. Karena itu, seluruh proses penataan kepala sekolah dilakukan secara cermat untuk memastikan setiap satuan pendidikan dipimpin oleh figur yang kompeten dan mampu membawa perubahan positif.
Munafri menjelaskan, waktu pelantikan yang bertepatan dengan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) serta proses penandatanganan ijazah telah melalui berbagai pertimbangan. Namun, proses tersebut harus menunggu tahapan sinkronisasi dan verifikasi data yang cukup panjang.
“Kalau bisa lebih awal tentu kami lakukan lebih awal. Namun, kami harus mengikuti seluruh aturan dan prosedur yang berlaku. Selain itu, ada proses validasi data yang harus dipastikan benar agar seluruh tahapan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbukaan dan validitas data menjadi faktor penting dalam proses seleksi dan penempatan kepala sekolah. Karena itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM) bersama Dinas Pendidikan diminta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
“Kami ingin memastikan proses ini berjalan dengan baik. Jika ada persyaratan baru atau perubahan aturan, harus segera disosialisasikan agar tidak ada yang terlewat dalam proses seleksi,” katanya.
Fokus pada Sarana, Prasarana dan Ketersediaan Guru
Kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, Munafri memberikan sejumlah arahan prioritas. Ia menekankan pentingnya memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, serta kecukupan tenaga pendidik di setiap sekolah.
“Yang paling utama adalah memastikan sarana dan prasarana sekolah memadai. Kedua, memastikan ketersediaan guru. Jangan sampai kepala sekolah sudah ada, tetapi jumlah guru yang mengajar masih sangat terbatas. Semua kondisi itu harus dilaporkan,” tegasnya.
Untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal, Pemerintah Kota Makassar juga akan memperkuat sistem monitoring dan evaluasi melalui pertemuan rutin bersama para kepala sekolah.
“Saya meminta agar kepala sekolah dapat bertemu secara rutin setiap bulan untuk melakukan review, monitoring, dan evaluasi. Dengan begitu, kita bisa memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik,” ujarnya.
Perhatian Khusus untuk Sekolah di Kepulauan
Munafri juga memberikan perhatian khusus terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan. Menurutnya, tantangan geografis yang dihadapi sekolah di pulau membutuhkan dukungan kebijakan yang berbeda dibandingkan wilayah daratan.
Pemerintah Kota Makassar, kata dia, akan menyiapkan sarana transportasi pendukung bagi tenaga pendidik selain layanan Pete-pete Laut yang selama ini beroperasi. Selain itu, guru dan tenaga kependidikan yang bertugas di wilayah kepulauan juga akan mendapatkan insentif khusus.
“Untuk wilayah kepulauan, kami akan menyiapkan sarana transportasi pendukung selain Pete-pete Laut. Selain itu, akan ada tunjangan khusus yang berbeda dengan wilayah daratan karena tingkat aksesibilitasnya tidak sama,” ungkap Munafri.
Ia berharap pelantikan 369 kepala sekolah definitif ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar. Dengan kepemimpinan yang kuat di setiap sekolah, pemerintah optimistis pelayanan pendidikan akan semakin baik dan merata, baik di kawasan perkotaan maupun kepulauan.
“Kita ingin memastikan seluruh anak-anak Makassar memperoleh layanan pendidikan yang setara, berkualitas, dan mampu mendukung lahirnya generasi unggul di masa depan,” pungkasnya.






